“dijadikan indah bagi manusia kecintaan terhadap apa apa yang diingini (syahwat) dari wanita-wanita, anak-anak, dan harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, ternak, dan swah ladang. itulah kesenangan hidup didunia. dan Allah, disisiNyalah sebaik-baik tempat kembali.” (Ali imran 14)

sunyi jalan menuju Allah
Menggamit hati, mencari teman
Indah jalan menuju Allah
jika teman seperti khadijah, masih ada lagi
(in-team: siti khadijah..)

mungkin suatu malam, menjelang pagi barangkali, antum segera terbangun padahal sedang bermimpi dahi antum dikecup bidadari. dan ketika anda membuka mata, ‘bidadari’ itu sedang memandang antum sambil mengenakan mukenanya, “shalat yuk!”. istri kita, separuh agama, penjaga ketaatan kita padaNya.

istri labuhan kita dari samudra yang bergolak tak ramah. dalam belaiannya, ada kelembutan, ada ketentraman, ada cinta, ada kehangatan. tahukah jua kita segala kelelahannya? mungkin ia merasa sangat pegal, ingin sekali diurut dan dipijat. ketika kita pulang, belum sempat ia berucap, lisan kita sudah memberontak dengan segala keluhan dan permintaan, mengganggunya dengan kerewelan kerewelan. mungkin jua ia menangis, tetapi kita terlebih dulu telah terisak mengadu dan berkeluh dipangkuannya sebelum sempat ia mengucapkan sepatah katapun….

istri, arah kita berlari, dari yang haram menuju yang halal. berlari dari dosa menuju pahala. berlari dari hina menuju mulia. berlari dari tempat maksiat menuju ke tempat ibadat. berlari dari syaitan yang keji menuju istri yang suci. bukankah itu semua artinya berlari dari neraka menuju syurga? subhanallah, kapanpun kita pulang, kita berharap syurga itu memang slalu hadir ke rumah kita. sudahkah kita bermanfaat baginya?

beruntung antum yang sudah menikah,, insyaallah muhasabah diri kita ini agar slalu indah dimata dan hatinya dalam menjaga iman…dan yang belum menikah, yuk terus kembangkan potensi diri agar smakin melejit dalam prestasi dunia dan akhirat sampai tiba waktunya….insyaallah. karena bidadari itu ingin dicintai, disayangi, karena ia suci..

bukan dari tulang ubun ia dicipta
sebab bahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
tak juga dari tulang kaki
karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak

tetapi dari rusuk kiri
dekat ke hati untuk dicintai
dekat ke tangan untuk dilindungi….