Sejuk gemercik air di padang gersang
basah terasa aliri pipa yang kering
hangat sentuhannya damai terasa
menyertai langkah kita di sepanjang hayatnya

kasih sayangnya sehangat mentari pagi
belaian tangannya selembut angin sutra
senyum manisnya hiburkan hati nan duka
pandang matanya tajamkan hati nan suci
(suara persaudaraan: siapakah dia?)

“dan Kami wasiatkan kepada manusia, tentang kedua orang tuanya. ibunya telah mengandungnya dalam lemah yang bertambah tambah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepadaKu dan kepada orang tuamu. hanya kepadaKu – lahtempat kembali. dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu atasnya, maka janganlah kau ta’ati keduanya. dan persahabatilah mereka didunia dengan baik..”( Lukman 14 – 15 )

ayah dan ibu, 2 sosok yang menjadi wasilah kita hadir didunia. melalui expresi cinta berpahala dalam ikatan yang halal yang diridhai, Allah mengaruniakan kita kepada mereka. sebagai tawa di saat susah, senyum di waktu sedih, harapan disaat kecewa, ramai disaat sepi, cair ditengah kekakuan, dan canda di tengah ketegangan. tapi juga, kita adalah tangis disuatu kala, yang sebenarnya tak pernah kita inginkan.

cubitan kecil, timang sayang, suapan hangat, usapan lembut, tepukan di pantat, dan pandangan bahagianya melihat kelucuan kita. luar biasa. semuanya adalah tiupan lembut nafas cinta. tiupan yang mengantarkan kita ke gerbang kedewasaan, meninggalkan rangkakan masa kanak, berlari menuju kedewasaan. ia adalah nafas lembut yang memekarkan kuncup menjadi bunga…

sahabatku, skarang kita telah dewasa…adakah mereka sudah merasakan kemanfaatan dari diri kita??