Grafis kiriman Alfian Yudhika

Jakarta – Circle Crop yang muncul di sebuah persawahan di Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta membuat heboh. Ada yang beranggapan circle crop tersebut buatan manusia, tapi ada juga yang menganggap itu adalah bikinan mahluk asing alias bukan bikinan manusia.

Bagaimana fenomena ini di mata ahli desain circle crop? Menurut ahli circle crop, Alfian Yudhika, setelah mengamati foto-foto circle di Sleman dari berbagai media, bentuk circle crop yang saat ini menjadi perbincangan tersebut kurang sempurna.

“Pada SC2 (Sleman Circle Crop), bintang 8 (terutama yang kecil) sepertinya terbentuk kurang sempurna. Mungkin ada kesalahan saat merebahkan batang-batang padi. Beberapa bagaian terlanjur direbahkan, yang mungkin seharusnya tidak demikian,” kata Alfian dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Selasa (25/1/2011).

Dari beberapa foto circle crop di Sleman, Alfian mencoba menganalisa design dasar simetrik-nya. Hasil analisanya, circle crop tersebut dibuat dengan menggunakan beberapa desain dasar.

“Pertama, 9 lingkaran (dengan 6 variasi ukuran). Kedua, 4 segiempat (2 variasi ukuran besar dan kecil) yang selanjutnya digunakan untuk membentuk 16 segitiga (2 variasi ukuran),” paparnya.

Selanjutnya, menurut analisanya, 16 segitiga tersebut membentuk 2 bintang segi delapan yang memiliki ukuran besar dan kecil. Bentuk yang sempurna digambarkan Alfian dalam grafis yang dikirimkan ke redaksi detikcom.

“16 Segitiga tersebut membentuk 2 bintang segi delapan ukuran besar dan kecil (sekilas mirip surya Majapahit/lambang kerajaan Majapahit),” tutupnya.