Liga Primer Indonesia

MAKASSAR, KOMPAS.com ā€” Pengurus PSM Makassar telah menyiapkan pembelaan terkait keputusannya keluar dari Indonesia Super League (ISL) dan bergabung ke Liga Primer Indonesia (LPI) pada kongres PSSI yang digelar di Bintan, Kepulauan Riau, 19 Maret 2011.

Kuasa Hukum PSM, Syahrir Cakkari, di Makassar, Senin (24/1/2011), mengatakan, pihaknya bahkan sudah siap membacakan pembelaan pada kongres tahunan PSSI yang digelar di Bali, 21-22 Januari lalu.

“Kita sudah siap memberikan alasan kami mengapa sampai pindah dari LSI serta berlaga di LPI. Namun, berhubung saat itu kita dilarang sehingga tidak bisa menyampaikan aspirasi kami,” kata Cakkari, menanggapi hasil kongres yang mewajibkan PSM menyiapkan pembelaan sebelum dicoret sebagai anggota PSSI.

Mengenai keputusan PSM pindah ke LPI karena kompetisi LSI itu dinilai sudah tidak sehat. Persoalan pengaturan skor hingga persoalan wasit yang sering melakukan keputusan kontroversi merupakan hal yang sangat disesalkan.

“Saya kira sepak bola kita tidak akan mengalami perkembangan signifikan jika kompetisinya sudah tidak fair. Inilah salah satu alasan kami sehingga memutuskan keluar dari LSI,” jelasnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu menjelaskan, pihaknya sangat kecewa dengan keputusan PSSI yang dinilai bersikap semena-mena, termasuk melarang PSM yang hingga kini masih sebagai anggota PSSI untuk memberikan hak suara dalam kongres.

Padahal, kongres tersebut pada dasarnya bertujuan untuk perkembangan sepak bola Tanah Air. Artinya, dibutuhkan ide-ide cemerlang dari seluruh insan persepakbolaan di Indonesia, termasuk PSM Makassar.

“Kita sangat berharap ada perubahan mendasar serta solusi untuk mengatasi persoalan sepak bola yang kurang baik. Namun, kenyataanya tidak demikian, ini pun yang membuat kita kecewa,” jelasnya.

Sebelumnya, pihak PSSI memang telah mengumumkan hasil kongres di mana PSM diharuskan memberikan pembelaan pada kongres mendatang. Keputusan itu sedikit lebih beruntung dibandingkan lima klub, di antaranya, Persibo Bojonegoro dan Persema Malang, yang secara resmi telah dicoret dari keanggotaan PSSI.