SURABAYA, KOMPAS.com — Dua rangkaian kereta api (KA) menjadi sasaran amuk massa LA-Mania, julukan suporter fanatik tim sepak bola Persela Lamongan. Mereka berniat melakukan sweeping terhadap Bonekmania.

“KA Barang dan KRD rusak berat akibat dilempari LA-Mania di Lamongan,” kata Humas PT Kereta Api Daerah Operasi (Daop) VIII/Surabaya Sri Winarto di Surabaya, Senin (24/1/2011) malam.

Menurut dia, massa secara membabi buta melempari KA Barang dari Jakarta tujuan Surabaya.

“Memang sebelumnya ada informasi, Bonekmania (julukan suporter fanatik tim sepak bola Persebaya Surabaya, Red) menumpang KA Barang itu dari Jakarta menuju Surabaya. Tapi, ternyata di dalam kereta tidak ada satu pun Bonekmania,” katanya.

Sasaran berikutnya adalah Kereta Rel Disel (KRD) Bojonegoro-Surabaya Pasar Turi. “Peristiwanya hampir sama dengan KA Barang,” katanya.

Selain dua rangkaian kereta api tersebut, KA Kertajaya dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya, tujuan Stasiun Pasar Senen, Jakarta, juga tertahan selama beberapa jam di Stasiun Babat, Lamongan.

“KA Kertajaya tidak berani melanjutkan perjalanan karena takut menjadi sasaran amuk massa,” katanya.

Massa berusaha membalas aksi Bonekmania yang berulah hingga menyebabkan seorang LA-Mania tewas dan seorang rekannya kritis.

Peristiwa itu bermula dari sweeping petugas kepolisian di Stasiun Lamongan, Jumat (21/1/2011) malam, terhadap Bonekmania yang hendak menyaksikan tim kesayangannya bertanding di Tangerang, Banten, dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) dengan menggunakan KA Kertajaya dari Surabaya tujuan Jakarta, Sabtu (22/1/2011) sore.

Setelah kereta meninggalkan Stasiun Lamongan, dua orang LA-Mania tertinggal di kereta tersebut. Kedua LA-Mania tersebut menjadi bulan-bulanan para Bonekmania di dalam kereta api.

Seorang LA-Mania bernama Gilang ditemukan warga dalam keadaan tewas dengan luka tusuk, dan mayatnya dibuang di Desa Plosowaru, Kecamatan Lamongan.

Sementara seorang LA-Mania lainnya, Teguh Karembon, ditemukan warga di Desa Talun, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, dalam keadaan kritis.

Sebelumnya, LA-Mania juga menghadang KA Kertajaya dari Jakarta tujuan Surabaya. “Tetapi, mereka kembali gagal mendapati Bonekmania,” kata Winarto.