Category: Detik



Foto: BBC

Jakarta – Ternyata bukan orang miskin saja yang susah makan. Akibat pemanasan global, beruang salju pun harus bersusah payah mencari mangsa. Berdasarkan riset terbaru, mereka harus berenang selama 9 hari tanpa berhenti dan mengarungi area seluas 687 Km untuk berburu anjing laut.

Para peneliti di Laut Beaufort, Alaska, menduga akibat pemanasan global, makin banyak es yang mencair. Beruang salju pun harus berenang lebih jauh untuk memburu mangsa. Demikian ditulis BBC, Selasa (25/1/2011).

“Kami sangat terkejut bahwa beruang itu bisa berenang begitu lama dalam suhu yang sangat dingin. Mereka berenang selama 232 jam dan menempuh jarak 687 Km,” ujar seorang peneliti George M Durner. Baca lebih lanjut


fotoudara.com

Jakarta – Laboratorium Fotogrametri dan Inderaja Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) menganalisa crop circle di Berbah, Sleman, berdasarkan foto yang diambil dari udara. Hasilnya diketahui crop circle di Sleman tidak begitu presisi.

Dalam foto udara yang diterima redaksi detikcom, Rabu (26/1/2011), garis diameter lingkaran tidak tepat melewati tengah lingkaran. Selain itu bentuk seperti ikan pun tidak simetris satu dengan lainnya. Selain itu ada orientasi arah yang tidak jelas dari circle crop tersebut. Hal ini mematahkan asumsi kalau crop circle itu dibuat oleh alat khusus atau tempat UFO mendarat. Karena jika pesawat, bentuknya tentu presisi.

“Karena bentuknya tidak simetris, ini bisa dikatakan menguatkan dugaan kalau crop circle tersebut memang dibuat manusia,” ujar Dosen Geodesi UGM, Catur Aries Rokhmana kepada detikcom.

Catur menjelaskan foto udara tersebut diambil oleh dua mahasiswanya dengan menggunakan pesawat aeromodelling. Hasilnya dianalisa di Laboratorium Fotogrametri dan Inderaja Teknik Geodesi UGM.

“Ini semacam uji forensik,” terangnya. Baca lebih lanjut


Jakarta – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) telah memastikan crop circle di Desa Berbah, Sleman, adalah buatan manusia. Pihak kepolisian pun akan mencari pelaku pembuat crop circle ini dan menjeratnya dengan pasal perusakan karena pelaku merusak lahan milik warga.

“Pelaku akan dikenai pasal perusakan,” ujar Kapolsek Berbah AKP I Made Muliawan saat dihubungi detikcom, Rabu (26/1/2011).

Made menjelaskan pihaknya masih terus menyelidiki kasus ini. Untuk sementara, polisi masih mencari siapa pelakunya.

“Kasus ini dalam penyelidikan. Kita masih mencari siapa pelakunya,” terang perwira pertama polisi ini. Baca lebih lanjut


Jakarta – Ketua Umum Aburizal Bakrie atau Ical meminta agar Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dievaluasi dan diganti. Permintaan Ical ini dinilai sebagai intervensi politik negatif yang menghambat pemberantasan korupsi.

“Apa hak dia untuk meminta itu. Itu merupakan intervensi politik dalam arti negatif. Penuntasan kasus Gayus ini jadi makin terhambat,” ujar pengamat politik dari LIPI Ikrar Nusa Bakti, Rabu (26/1/2011) pagi.

Menurut Ikrar, secara politik yang dilakukan Ical tersebut sungguh tidak etis karena dia tidak memiliki wewenang untuk melakukan permintaan itu. Dalam konteks hukum, lanjutnya, komentar atau permintaan tersebut juga harus disertai bukti bahwa anggota Satgas Antimafia bekerja dengan tidak profesional. Baca lebih lanjut


Grafis kiriman Alfian Yudhika

Jakarta – Circle Crop yang muncul di sebuah persawahan di Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta membuat heboh. Ada yang beranggapan circle crop tersebut buatan manusia, tapi ada juga yang menganggap itu adalah bikinan mahluk asing alias bukan bikinan manusia.

Bagaimana fenomena ini di mata ahli desain circle crop? Menurut ahli circle crop, Alfian Yudhika, setelah mengamati foto-foto circle di Sleman dari berbagai media, bentuk circle crop yang saat ini menjadi perbincangan tersebut kurang sempurna.

“Pada SC2 (Sleman Circle Crop), bintang 8 (terutama yang kecil) sepertinya terbentuk kurang sempurna. Mungkin ada kesalahan saat merebahkan batang-batang padi. Beberapa bagaian terlanjur direbahkan, yang mungkin seharusnya tidak demikian,” kata Alfian dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Selasa (25/1/2011). Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: