Tag Archive: female


 

KOMPAS.com — Satu dari 20 pria memikirkan seks setiap menit, begitu menurut sebuah penelitian. Bagaimana dengan perempuan, apa yang sering mereka pikirkan? Seberapa sering perempuan memikirkan seks? Seperti Anda duga, tidak sesering itu karena perempuan lebih memikirkan penampilan.

Sebuah survei yang melibatkan 5.000 orang menunjukkan, pada perempuan, pikiran mengenai seks dikalahkan oleh kekhawatiran mengenai apa yang dimakan. Survei di Inggris ini mendapati bahwa 25 persen perempuan memikirkan makanan setiap 30 menit dan hanya 10 persen yang dilaporkan memikirkan seks sesering itu.

Yang lebih menyedihkan, para perempuan kemungkinan juga lebih memikirkan apa yang tidak boleh mereka makan. Empat dari 10 perempuan mengatakan,  mereka selalu berdiet atau mengkhawatirkan berat badan, dan lebih dari 60 persen mengakui mereka tidak suka makan di depan pasangannya. Hal yang tidak pernah berubah sejak dulu, ketika sedang memesan makanan—entah itu dengan pacar baru atau pacar lama—sebanyak 13 persen responden mengaku memilih makanan yang rendah kalori daripada makanan yang memang mereka inginkan. Baca lebih lanjut

Iklan

 

KOMPAS.com – Anda tentu sering mendengar teman Anda mengatakan, “He’s really a good kisser!” Apa sih, sebenarnya yang dimaksud dengan pencium yang baik, atau pencium yang hebat?

Pencium yang ulung adalah orang yang mencium dengan cara yang sama seperti Anda. Jadi, pada dasarnya setiap orang bisa menjadi pencium yang baik untuk seseorang. Namun jika Anda berusaha bereksperimen dengan gaya atau gerakan tertentu, orang lain justru mungkin tidak akan menikmati yang Anda lakukan. Bahkan, orang yang sudah dewasa pun kadang masih suka berciuman dengan berbagai gaya, mengira pasangannya menikmati ciuman semacam itu.

Ada beberapa hal lain yang bisa menjadi tanda bahwa Anda cukup pandai berciuman. Coba simak, apakah Anda memiliki ciri-ciri tersebut. Baca lebih lanjut

 

KOMPAS.com Saat melihat bayi yang baru lahir, khususnya anak pertama, orang pasti akan berkomentar, “Wah, mirip ayahnya, ya!” Jarang ada orang yang langsung mengatakan bahwa si bayi lebih mirip ibunya.

Hal ini ternyata bukan sekadar celetukan kosong untuk menghibur atau memuji kemolekan seorang bayi. Pada tahun 1995 pernah dilakukan penelitian, yaitu 122 orang diminta mencocokkan gambar-gambar anak usia 1, 10, dan 20 tahun yang tidak mereka kenal dengan foto-foto ayah dan ibunya. Anggota kelompok ini ternyata mampu mencocokkan setengah dari gambar bayi dengan ayahnya, sedangkan tingkat kecocokan antara anak dan ibunya jauh lebih rendah. Yang paling sulit adalah mencocokkan remaja berusia 20 tahun dengan orangtuanya. Baca lebih lanjut

 

KOMPAS.com – Ada saat-saat tertentu ketika orangtua merasa tak sabaran menghadapi anaknya. Marah dan frustasi kadang memicu ucapan yang tak diperhitungkan dengan seksama. Awalnya kita pikir kata-kata itu akan menghilang begitu saja dan tak berpengaruh pada anak, toh, orangtua dari kita sendiri mengucap kata-kata itu ke kita. Jangan salah, ada kata-kata yang seringkali memiliki dampak besar pada emosi dan psikologis anak. Ada beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari saat berbicara dengan anak. Apa saja?

“Kamu seharusnya malu sama diri sendiri”
Kata “malu” adalah emosi yang destruktif dan seringkali memicu rasa bersalah yang sangat mendalam. Meski setiap anak bertingkah nakal, amat penting bagi mereka untuk mengerti mengapa tingkah mereka itu salah dan ia harus paham bahwa adalah hal yang wajar bagi setiap manusia untuk melakukan kesalahan, dan yang terpenting adalah kita semua belajar dari kesalahan itu. Baca lebih lanjut

 

KOMPAS.com – Bayi memang belum bisa mengerti apa yang Anda katakan. Ia mungkin belum paham apa arti dari kata-kata yang keluar dari mulut Anda. Tetapi, ketika manusia bergantung pada sosok tertentu, ia akan bisa menangkap emosi dan mood orang itu. Tak heran, ketika orangtua stres, anak pun akan merasakannya.

Saat orang stres, anak pun akan merasakan stres itu juga, begitu kata Andrew Garner MD, asisten profesor di Case Western Reserve University School of Medicine seperti dikutip dari WebMD. Riset membuktikan hal bahwa bayi dan anak-anak punya kepekaaan yang tinggi.

Memang, stres tidak bisa diabaikan begitu saja. Begitu banyak tekanan yang dihadapi para orangtua tanpa sadar memang bisa membuat perilaku yang tak mengenakkan atau energi negatif yang terpancar dan diterima oleh anak. Saat orangtua terlalu banyak memikirkan masalah dan tekanan yang ia alami dan itu adalah hal di luar si anak, maka si anak akan merasa tidak diperhatikan, yang berujung membuatnya merasa ditinggalkan dan takut. Anak-anak juga belajar dari meniru. Cara orangtua menghadapi stres akan ditiru si anak. Baca lebih lanjut

 

KOMPAS.com – Jika Anda berkunjung ke konter-konter kecantikan, Anda akan melihat begitu banyak merek produk yang berderet. Kadang, merek-merek lain pun masih mengantre untuk ikut masuk ke dalam lingkar konter-konter itu. Kadang membingungkan mengapa masih ada terus merek-merek dan inovasi-inovasi baru bermunculan untuk kecantikan. Mencari tahu, sekelompok peneliti di Inggris menanyakan alasan para wanita tak bisa lepas dari produk-produk kecantikan. Hasilnya mengatakan, para wanita merasa telanjang tanpa makeup.

Survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan bernama Superdrug ini melibatkan sekitar 3 ribu wanita. Hasilnya, 1 dari 3 perempuan tidak akan keluar rumah tanpa mengenakan riasan wajah lengkap. Sebanyak 60 persen mengaku akan mengenakan riasan wajah setiap hari meski tidak ada acara spesial  atau akan bertemu seseorang yang ingin mereka pukau. Baca lebih lanjut

KOMPAS.com – Ini merupakan satu bukti bahwa Facebook juga bisa memberi pengaruh buruk untuk penggunanya. Menurut jajak pendapat yang diadakan oleh majalah Shape dan Men’s Fitness, 40 persen perempuan mengatakan SMS-an dan pesan-pesan di Facebook membuat mereka bersedia bercinta dengan teman baru, lebih cepat daripada yang biasanya mereka lakukan.

Psikolog klinis Dr Belisa Vranich menyebutkan dua kemungkinan yang bisa menjelaskan fakta ini. “Pertama, SMS-an dan situs jejaring sosial yang ada sekarang menciptakan antisipasi. Jika tujuan Anda adalah berhubungan seks, SMS-an mungkin akan membantu, karena hal itu membuat korespondensi antarorang menjadi lebih menggairahkan,” kata penulis buku Get a Grip: Your Two-Week Mental Makeover ini. Baca lebih lanjut

KOMPAS.com — Saat Anda dan suami akhirnya bisa berhubungan intim, tiba-tiba dering telepon rumah menyala. Apa yang Anda dan ia lakukan? Berhenti dan mengangkat telepon atau melanjutkan “kesibukan” Anda?

Sebuah perusahaan asal Inggris, Myphonedeals.co.uk melakukan sebuah poling kepada masyarakat di Inggris mengenai hal ini. Para responden diminta menjawab apakah mereka pernah berhenti berhubungan intim jika tiba-tiba ada panggilan telepon.

Hasilnya, sebanyak 25 persen responden mengatakan, mereka pernah berhenti melakukan hubungan intim ketika tiba-tiba ada telepon masuk. Sebagian besar pelaku hal ini adalah pria. Pria tiga kali lebih mungkin berhenti melakukan kegiatan intim itu demi mengangkat telepon.

Hasil studi itu juga menunjukkan bahwa 94 persen partisipan mengakui selalu membawa telepon mereka ke mana pun. Studi lain mengungkap, setidaknya 31 persen responden akan mengecek telepon mereka ketika berdering saat bercinta

%d blogger menyukai ini: